Cerita Pertama Kali Mendaki Gunung: Puncak Gunung Marapi Sumatera Barat 2891 MDPL

May 25, 2018

Hello Ces, Ini adalah cerita yang sudah cukup lama berlalu tepatnya cerita di bulan april tahun 2016. Cerita saya ini adalah cerita pengalaman pertama kali mendaki gunung. Gunung Pertama yang telah berhasil saya daki adalah gunung Marapi yang terletak di Provinsi Sumatera Barat yang tingginya mencapai 2891 MDPL.

Sebenarnya Niat ingin mendaki gunung sudah cukup lama bersemayam di hati. Tapi baru tercapai ditahun 2016 tepatnya di bulan april. Niat ini kesampaian berhubung ada teman kampus yang mengajak dan bertepatan sekali dengan waktu luang saya. Jadi saya putuskan untuk ikut bergabung dengan skuad mereka sebagai pemula yang belum tahu apa-apa.

1 Minggu sebelum pendakian, saya sudah mencari perlengkapan pendakian, mulai dari kerel, sepatu, dan perlengkapan pendakian sebagaimana pendakian yang biasanya. Perlengkapan yang saya pakai hampir semuanya dari meminjam milik teman. Maklum pendakian pertama belum punya perlengkapannya.

CERITA PENGALAMAN PERTAMA MENDAKI GUNUNG

Berangkat dari Kota Pekanbaru

Menuju sumatera barat Kami berangkat dari Pekanbaru berjumlah 5 orang menggunakan sepeda motor. Diantara kami ber-5 hanya ada 1 orang yang sudah pernah mendaki sebelumnya. Dan dia adalah penduduk asli sumatera barat. Tepatnya di Lintau. Jadi keberangkatan kami ini langsung menuju lintau dan bersinggah ke rumahnya untuk beristirahat dan mempersiapkan persiapan-persiapan yang belum matang.


Dan ternyata, squad yang akan berangkat melakukan pendakian bukan hanya kami yang 5 orang, karena ternyata “teman-temannya teman dari teman saya” yang jumlahnya lebih dari 5 orang juga bergabung dan melaksanakan pendakian. Dan mereka bukan pemula. Akhirnya pada esok harinya kami berangkat menuju kaki gunung untuk memulai perjalanan dan registrasi terlebih dahulu.

Berangkat Dari Lintau

Kami berangkat dari lintau pagi-pagi sekali dan sampai dikaki gunung sebelum jam 09.00 pagi. Saya kurang paham jalan-jalan di Sumatera Barat ini, akan tetapi yang saya ingat kami Menuju kekaki gunung sumatera barat melewati icon kota padang panjang. 


(Foto di Padang Sumatera Barat)

Dikaki gunung marapi sumatera barat ini sudah ada posko pendaftaran para pendaki yang akan naik dan disana kami melakukan registrasi, membayar sejumlah uang dan memarkirkan motor di tempat yang telah disediakan. Saya juga lupa berapa besar pembayaran yang kami berikan.

Mulai Mendaki

Kami mulai pendakian sekitar Jam 09.00 lewat dan dalam rencana akan sampai di cadas sekitaran jam 3 sore. Itu perkiraan jika tidak ada halangan. Trek awal pendakian sudah terasa lumayan terjal dan ternyata masih melewati perkebunan masyarakat. 
Kalau di kampung saya biasanya saya melihat orang bertani menanam padi, disini (Kaki Gunung) saya melihat orang-orang bertani dengan membudidayakan bawang perai, cabe dan lain-lain. Kami terus melakukan pendakian sampai pos pertama, kedua dan pos-pos lainnya. Kami beristirahat disalah satu pos tengah perjalanan. 


(Foto di salah satu area perjalanan menanjak ke arah Gunung Marapi Sumatera Barat)
Setelah beberapa jam perjalanan kami beristirahat lagi untuk makan siang, karena jam telah menunjukkan arah 12 yang artinya hari sudah siang dan ditambah lagi perut yang sudah ulai bernyanyi.

(Foto Saya sedang istirahat di tengah perjalanan mendaki Gunung Marapi Sumatera Barat)

Keadaan saat makan siang terasa sangat mengasyikkan, selain karena moment yang jarang didapatkan, juga perasaan nikmat dari memakan persediaan logistik yang sederhana sangat memuaskan batin. Kami sudah sampai separuh jalan dan keadaan hutan sudah semakin lebat. Sinar matahari juga sudah mulai tidak mampu menembus dedaunan pohon. Suhu udara juga sudah mulai dingin padahal sedang siang hari. Akhirnya kami melanjutkan lagi perjalanan agar bisa sampai sekitar jam 03.00

(Foto 90% squad pendakian Gunung Marapi Sumatera Barat)

Hujan Deras Sebelum Sampai di Cadas

Nasib, memang nasib, di pengalaman pertama pendakian saya, saya mengalami hal yang kurang mengenakkan. Ya kami diguyur hujan lebat yang cukup lama. Dan lebih parahnya lagi saya dan beberapa teman saya tidak membawa jas hujan yang memadai. Kami hanya membeli sebuah mantel yang bahannya seperti kantong kresek sebelum berangkat. Dan ketika hujan Kami juga terpisah dengan separuh dari rombongan yang sama-sama berangkat. Al-hasil karena kami yang tertinggal adalah para pemula, akhirnya kami memutuskan untuk berteduh sampai hujan reda. Hal ini kami lakukan karena banyak pertimbangan dan ini adalah pilihan terbaik bagi kami.

Berjam-jam hujan mengguyur dan kami hanya berteduh dibawah semak-belukar yang ada pohonnya sembari menunggu hujan reda. Setelah kurang lebih 2 jam berteduh, hujan pun mulai reda. Meski masih sedikit rintik-rintik dan kami memutuskan untuk melanjutkan pendakian secara perlahan-lahan.

Singkat cerita kami sampai di cadas. Bagi yang belum tahu, cadas adalah tempat digunung yang digunakan oleh pendaki untuk mendirikan tenda. Karena kalau mendirikan tenda di puncak, dikhawatirkan akan terbawa badai dimalam hari.

(Foto Saya sedang menikmati sunset sampai gelap di cadas Gunung Marapi Sumatera Barat)

Sesampainya dicadas, masih Dalam keadaan celana dan sepatu yang basah dan sedikit rintik hujan kami tidak langsung mendirikan tenda melainkan encari sebagin squad yang telah duluan. Dan ketika kami bertemu mereka tengah mendirikan tenda.  Setelah tenda telah kami dirikan dan kondisi hujan juga sudah reda, secepat kilat kami mengganti pakaian basah dengan pakaian kering. Lalu memasak minuman hangat dan menikmati indahnya sunset sore itu hingga hari benar-benar menjadi gelap gulita.



Pemandangan Malam Hari Dari Cadas Marapi

Cukup lama kami menghabiskan waktu malam di luar tenda. Sampai pada akhirnya kami masuk kedalam tenda karena hawa dingin benar-benar telah meunusuk tulang. Pemandangan diluar tenda dari mulai gelap sampai gelap sekali juga sangat indah terlebih ketika memandang kelangit dan juga terasa indah ketika memandang kearah bawah karena dihiasi dengan lampu-lampu jalan dan rumah masyarakat.



(Foto Saya sedang didalam tenda)

Didalam tenda kami menikmati kopi hangat terlebih dahulu dan berencana untuk tidur setelahnya. Pada awal rencananya kami ingin menikmati sunrise. Jadi harus bangun lebih cepat untuk mendaki lagi demi melihat sunrise tersebut. Dimana puncak marapi sumatera barat bisa dicapai dengan mendaki lagi kurang lebih satu jam.

Mengejar Sunrise di Puncak Marapi

Seperti yang telah direncanakan kami ingin melihat sunrise. Yang artinya kami harus berpacu dengan waktu agar tidak ketinggalan sunrise dan saat itu kami bangun tidur di Jam 4 lewat sedikit dan dengan cekatan cepat-cepat melanjutkan pendakian.
Ternyata jalur pendakian menuju ke puncak lebih terjal dari sebelumnya dan tentu kami juga harus ekstra hati-hati dalam melangkahkan kaki. Ada banyak juga pendaki lainnya yang berangkat ke atas pagi itu yang jelas tujuannya sama dengan kami untuk melihat sunrise.


 (Foto di Dekat Kawah Gunung Marapi Sumatera Barat)
(Foto di Dekat taman bunga Edelweis Gunung Marapi Sumatera Barat)

Dan ketika sampai di atas kami disambut oleh matahari yang telah naik dan artinya kami telah melewatkan moment sunrise hari itu. Sedikit mengecewakan, tapi ya sudahlah, toh masih ada suguhan lain di atas sini. Di atas puncak marapi ada puncak merpati, tugu Abel, taman bunga edelweis, dan kawah gunung yang cukup luas areanya.

Tradisi Memanggil Pak untuk Laki-Laki dan Buk untuk Perempuan

Sebelum pendakian dimulai kami diberitahu oleh rekan squad yang sudah pernah mendaki di sini. Bahwa kami harus menegur orang lain atau rekan setim dengan panggilan “pak” saja untuk pria dan “buk” saja untuk wanita berlaku untuk lintas usia dan ini sudah menjadi tradisi pendaki di Gunung Marapi Sumatera Barat. Saya juga kurang tahu bagaimana sejarahnya dan mengapa demikian dan apakah di gunung lain juga demikian, yang jelas ini adalah informasi tambahan dari saya.



(Foto Saya pendaki lain di Gunung Marapi Sumatera Barat)

Turun Gunung dan Pulang Ke Pekanbaru

Singkat cerita setelah puas berswafoto di atas gunung marapi kami lalu bersiap-siap turun gunung. Mulai dengan kembali ke cadas dan merapikan tenda kembali, beres-beres dan saatnya turun. Waktu yang dibutuhkan untuk turun gunung serasa lebih cepat jika di bandingkan mendakinya. Dengan cepat kami sampai di Kaki gunung Marapi.


(Foto Sedang di tengah perjalanan turun Gunung Marapi Sumatera Barat)


Hal yang kami lakukan setelah squad telah lengkap di bawah salah ialah satu dari kami melapor bahwa kami telah turun gunung dengan selamat ke bagian tempat yang sama ketika registrasi sebelumnya. Istirahat sebentar dan kami mulai mengambil kendaraan yang telah kami parkir sebelumnya dan pelan-pelan berangkat menuju lintau lagi. Di lintau kami bersih-bersih tubuh, mandi, makan dan pada malam hari sekitar jam 21.00 kami berangkat menuju Kota Pekanbaru lagi. Selama perjalanan kami agak merasa kelelahan sehingga tak terhitung lagi berapa kali kami singgah untuk istirahat sambil memejamkan mata sebentar. Lalu pada akhirnya kami sampai di Pekanbaru pada pagi hari di Jam 06.00. (Lama Sekali).

Sekilas tips dari saya kepada sesama pendaki pemula:

Bawa Baju hangat
Bawa Kaos Kaki Cadangan
Bawa Jas Hujan

Itu aja sih, Jadi begitulah kira-kira cerita perjalanan pertama mendaki gunung yang saya lakukan di gunung marapi Sumatera Barat dengan ketinggian 2891 MDPL.

Artikel Terkait

Latest
First